Kamis, 21 Agustus 2014

KOPI


Hitam pekat kental menggoda selera
Menggoyang lidah penikmat rasa
Dengan racikan berbagai nama
Espresso, cappucino, cafe latte dan apapun namanya
Yang tradisional juga tak kalah nikmatnya

Arabika dan robusta
Beda bentuk dan rasanya
Bijinya yang punya kuasa

Hmmmm....secangkir kopi penambah warna
Suasana hangat saat menyeruputnya sembari bercerita
Kopi menjadi media
Siapa saja dapat menikmatinya
Tanpa unsur SARA

Rabu, 17 Juli 2013

Mengecewakan

Lama menunggu, ya benar-benar lama nunggunya. Nunggu apaan sih? Tuh nungguin "Pacific Rim" nongol di 21. Tapi apa lacur, kesan wah dan takjub saat melihat trailernya di youtube berubah menjadi perasaan kecewa. Kenapa kecewa? Gimana ga kecewa, pengharapan akan action sci-fi selama 2 jam pupus sudah. Ni film sampah, tidak seperti film mecha yang sering ku tonton (anime). Masih bagus gundam, evangelion, macros, ultraman dan film-film produksi jepang lainnya. Pada tau ga? Pacific Rim itu ngikut plot anime jepang. Loh bukannya klo ikut plot anime jepang malah bagus? Iya bagus klo durasi 2 jam lebih itu banyak aksinya daripada bacotnya. Pacific Rim itu sama kaya sinetron, para pemainnya banyak bacot. Yang ada dari awal mulai tuh film rasa jengkel yang muncul. Klo aja dibioskop bisa main skip, udah tak pilih aja adegan actionnya. Oiya buat actionnya pun kurang dan lagi-lagi amerika yang jadi jagoannya. What the f*ck? Udah ah malas bahas ni film sampah. Yang jelas ni film mending ga usah ditonton, mending nonton anime aja lebih seru jalan cerita dan aksinya. Wassalam

Jumat, 05 Juli 2013

Puisi Singkat

Ayo bersama kita berjalan
Genggam tanganku kan kubawa kau ke awang-awang
Terhapuskan segala kesedihan
Rebahkan kepalamu di bahuku sayang

Ceritakan semua yang tersimpan
Terlepas semua bayang-bayang
Cukup kita merasakan
Betapa indah dua hati dipersatukan

Jumat, 15 Maret 2013

Hanya Bercerita




Dalam gundah menulis postingan ini, antara campur baur perasaan hati. Dikatakan mengeluh bukan, akan tetapi hanya menumpahkan isi kepala yang seakan sudah penuh terisi dengan segala pemikiran. Apakah aku harus bercerita melalui tulisan ini? Atau aku bertahan dengan menunjukkan ekspresi bahagia seakan tiada gundah dihati?

Usia ku sudah mendekati masa dewasa, dimana aku sudah bisa untuk menikah. Tertarik dengan seorang gadis, aku pun bercerita kepada kedua orang tua. Sebagaimana lazimnya adat, maka utusan dikirim kerumah si gadis. Sekapur sirih pun teruntai, menyampaikan tujuan berkunjung hendak memeriksa. Adakah sang bunga telah memiliki kumbangnya, atau sang bunga masih sendiri dengan indahnya. Tersampaikan hasrat maksud dihati, musyawarah keluarga pun dimulai untuk melanjutkan prosesi.

Disinilah hati ku mulai bergejolak, dimana adat dan kebiasaan masyarakat seakan sudah jauh dari hukum agama. Kini tampak pernikahan adalah sebuah prosesi menunjukkan harta, memperlihatkan siapa si kaya dan siapa yang tidak berada. Syarat dan rukun nikah adalah tanda sah nya, namun kini itu semua hanya dianggap sebagai cerita lama. Sekadar diikuti namun tidak paham makna.
Memilih menantu pun sudah berganti rupa, tidak lagi melihat dari segi hukum agama. Tapi memandang dari segi dunia. Begitu juga saat mengadakan kendhuri, tidak lagi sederhana namun sudah bermegah-megahan dan menunjukkan kemewahan. Ibarat sebutir telur tidak ada lagi makna.

Kenapa adat harus berada diatas hukum, seharusnya adat berdasarkan hukum.
Keluhan hati ku semakin berbicara, pernikahan bukanlah sebuah transaksi mencari harta. Perubahan masa mengubah pola pikir manusia, seakan kini tidak lagi mengenal hukum Tuhannya.

Kamis, 28 Februari 2013

Bangkit Dari Mati Suri

Bingung mau mulai darimana, apa daritadi ya? (hehehehehe)
Setelah mati suri cukup lama ini blog, akhirnya bangkit kembali dari kuburnya (hii serem) :p
Kangen sama temen-temen di blog, kangen sama aktivitas blogwalking, kangen sama ide-ide yg mulai kabur dari kepala, kangen sama...... (bingung)
Ya udah daripada panjang lebar ujung-ujungnya jadi luas, mending udahan dulu postingan "Bangkit Dari Mati Suri"

Sebagai penghibur ni saya kasih puisi (bighug)

Hampa


gelap kau kata
padahal cahaya didepan mata
seperti ingin menatap hidungmu sendiri
yg lain pada tertawa

gundah kau rasa
senyum pun tidak ada
seakan dunia hampa
menjauhi mu terpuruk disudut kecewa

hampa........
isi hati mu
isi kepala mu
agar terang senantiasa

Rabu, 20 April 2011

Macam Mana Nak Sombong

tak mungkin nak sombong
saya kata di university saya bisa berjaya
.phd ke .phb ke .php ke .phf ke
tak lah otak dibuat sendiri
bagaimana saya nak kata semua hasil kerja keras saya
bijih besi saja tak dapat dibuat
matahari dan bulan bukan saya yang menjalankan
apa yang hasil kerja keras saya
otak dah ada, tangan dah ada, kaki dah ada, mulut dah ada, mata dah ada
nak kata semua hasil kerja keras saya
apa yang jadi hasil kerja keras saya?
tak de
jangan banyok cakap, tak lah semua itu kita dapat dari hasil kerja keras
janganlah takabur, janganlah sombong, janganlah kata saya hebat
fir'aun bagaimana hebat mati juga dalam laut
qarun bagaimana kaya mati juga ditimbun bumi
apa yang nak kata hasil kita?
tak ingat ke kita siapa yang sudah memberi semuanya?
akal dan otak diberi bukan untuk rakus mengejar harta dan dunia
tapi untuk dipakai mengenal siapa yang sudah menjadikan mu dari setetes mani
masih nak kata saya hebat ke?

BODOH

Bodohnya saya tak tampak yang nyata
Bodohnya saya ilmu tak ada tapi banyok berkata-kata
Bodohnya saya banyok makan untuk mengisi jamban
Bodohnya saya marah pada orang yang menghina saya
Bodohnya saya perkataan yang benar tiada saya dengar
Bodohnya saya mengelokkan dan memolekkan rupa untuk dinikmati ramai mata
Bodohnya saya tok guru ada tiada saya berguru padanya
Bodohnya saya yang bakal binasa saya tak pernah lepas tuk mengejarnya

Indahnya Menjadi Budak-Budak Kecil

Tak memperdulikan sekitar
Lalu lalang orang-orang tiada ada yang berprasangka
Hanya budak-budak kecil yang sedang riang gembira
Tak menghiraukan bagaimana kotor pakaian dan tangannya
Tiada fitnah yang menghampiri
Karena hanya budak-budak kecil yang belum berakal
Dapat berbuat sesuka hati tanpa ada yang perduli
Cukup ayah atau ibu sebagai peringatan agar jangan berbuat terlampau berlebihan
Moleknya rupa tiada berdosa
Senyum menghias kala tanah menjadi tempat bermain bersama
Selalu ceria tiada susah hatinya
Tiada memikirkan akan isi perutnya esok hari
Tiada memikirkan kendaraan apa yang akan dibeli
Tiada memikirkan rumah sebesar apa yang akan ditempati
Tiada memikirkan berapa banyak piti yang harus ada dalam bank
Cukup sejengkal halaman untuk tempat bermain
Memuaskan diri dengan apa yang hadir didalam kepalanya

Minggu, 17 April 2011

Penyakit, Perubahan, dan Rasa Syukur Akan Nikmat

Tak banyak yang mengkehendaki dirinya sendiri sakit. Siapa yang ingin sakit? Tentu semua akan menggelengkan kepalanya menandakan ketidaksukaan dan ketidakinginan untuk sakit. Namun sebenarnya sakit itu sebuah shock theraphy dan nikmat yang tidak semua orang dapat merasakannya. Tidak ada orang yang ingin menolak nikmat bukan? Namun ketika disangkutpautkan sakit dengan kenikmatan maka orang akan menganggap bagaimana bisa sakit itu menjadi sebuah nikmat? Bukankah sakit itu cobaan?! Ungkap sebagian yang lain.


Sebenarnya sakit itu adalah nikmat, nikmat bagi yang bersabar ketika sakit itu menghampirinya. Nikmat karena sakit itu sebagai jalan penghapus dosa. Untuk menguatkan sakit itu sebagai nikmat dapat kita ambil contoh kecil dan sederhana. Pernahkah anda sakit perut? Bagaimana bila anda tidak pernah mengalami sakit perut? Bisa anda bayangkan ketika ditengah keramaian tanpa ada reaksi dari perut yang menandakan dia sedang ingin membuang kotoran secara tiba-tiba kotoran itu keluar begitu saja. Tentu anda akan panik karena perut tidak memberi sinyal berupa sakit atau rasa mulas ke otak. Tentu anda akan segera pergi kerumah sakit atau ke dokter untuk mendiagnosa apa yang sedang terjadi pada anda. Anda mengharapkan sakit itu hadir kembali, karena tanpa anda sadari rasa sakit itu ternyata sebuah nikmat.


Sakit dapat membuat perubahan yang sangat berarti dalam kehidupan seseorang. Sebagai contoh saya menggambarkan diri saya ketika sakit paru-paru 2 tahun yang lalu. Ketika itu rokok masih menjadi sahabat bahkan menjadi kekasih setia saya setiap saat. Tiada tarikan nafas tanpa ada kepulan asap rokok yang turut serta didalamnya. Rokok bagai menjadi sebuah nafas bagi saya, seolah rokok itu teah menyatu dengan darah dan daging saya. Namun saat penyakit paru-paru mulai menggerogotin tubuh saya, kesadaran muncul membuat bagian otak saya yang tertidur selama ini bangun dan tersadar kembali. Kata-kata yang selama ini saya cemooh dan anggap angin lalu menjadi penampar buat diri saya sendiri. Bagaimana tidak ! Saya tidak pernah menganggap rokok itu sebagai sumber penyakit dan racun, malah saya menganggap rokok itu sebagai sumber inspirasi dan kenyamanan saya. Tapi fakta berkata lain, tubuh saya sendiri yang memberontak dan memberi ultimatum kepada saya untuk segera meninggalkan kebiasaan saya tersebut. Ya saya berubah dari seorang perokok yang aktif menjadi seorang yang membenci rokok. Kini terkena asapnya saja saya sudah tidak tahan dan merasa mual, sangat kontradiktif dari keadaan saya sebelumnya yang penuh asap. Perubahan itu berawal dari sakit, yang bagi saya sendiri sebagai sebuah kenikmatan.


Saya menulis postingan ini juga masih dalam keadaan sakit, ketika seminggu sebelumnya saya terkena demam tinggi dan radang tenggorokkan. Demam dan radang itu telah berlalu namun tergantikan oleh sakit yang baru. Tapi saya tetap menikmatin rasa sakit ini tanpa mengeluh panjang, sakit ini sedang membersihkan diri saya dari segala dosa yang pernah saya lakukan. Sakit ini juga telah mengubah pikiran saya, mudah-mudahan saya bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sakit, perubahan dan rasa syukur itu harus saya pertahankan. Sakit itu sebuah nikmat yang tak akan pernah tergantikan.

Rancangan

Merancang masa depan dengan rumah impian
Padahal kubur rumah bagi setiap insan
Merancang masa depan dengan kendaraan impian
Padahal usungan menjadi kendaraan menuju tempat peristirahatan
Merancang kehidupan dengan sejuta impian
Tetaplah mati selalu setia menanti untuk memutus sejuta angan-angan
Merancang tabungan untuk masa depan
Tiada manfaat kecuali amalan selama nafas masih dikandung badan
Merancang pemikiran dengan berbagai ilmu pengetahuan
Sia-sia belaka jika tanpa ilmu agama
Merancang busana mengikuti trend masa depan
Tetaplah kain kafan yang bakal jadi pembalut raga
Rancanglah apa yang bermanfaat bagimu
Jangan sampai rancanganmu membinasakanmu

Sejuta Pesona

Tersia-siakan waktu
Bukan akan kembali, tapi selalu berlalu
Terkatakan diri telah terperdaya
Harus berbuat ini harus berbuat itu
Bukanlah mengikuti apa yang telah ditinggalkan oleh Penghulu
Tetapi mengikuti alur pikir yang berlaku
Tidaklah dikatakan keberhasilan dan kesuksesan tanpa diiringi kata kekayaan
Tidaklah dikatakan keberhasilan dan kesuksesan tanpa diiringi kata kejayaan
Tidaklah dikatakan keberhasilan dan kesuksesan tanpa diiringi kata kedudukan
Sudah terbutakan mata, bahkan mata hati juga
Malu sudah tidak lagi pada tempatnya
Rendah hati bukan lagi pada gurunya
Tunduk bukan lagi pada Penciptanya
Alamat celaka akan didapat akhirnya
Sungguh sejuta pesona sudah membuai banyak insan dalam kelalaian
Kelalaian akan hakikat siapa dirinya yang sebenarnya

Kamis, 20 Januari 2011

Penyakit, Perubahan, dan Rasa Syukur Akan Nikmat

Tak banyak yang mengkehendaki dirinya sendiri sakit. Siapa yang ingin sakit? Tentu semua akan menggelengkan kepalanya menandakan ketidaksukaan dan ketidakinginan untuk sakit. Namun sebenarnya sakit itu sebuah shock theraphy dan nikmat yang tidak semua orang dapat merasakannya. Tidak ada orang yang ingin menolak nikmat bukan? Namun ketika disangkutpautkan sakit dengan kenikmatan maka orang akan menganggap bagaimana bisa sakit itu menjadi sebuah nikmat? Bukankah sakit itu cobaan?! Ungkap sebagian yang lain.


Sebenarnya sakit itu adalah nikmat, nikmat bagi yang bersabar ketika sakit itu menghampirinya. Nikmat karena sakit itu sebagai jalan penghapus dosa. Untuk menguatkan sakit itu sebagai nikmat dapat kita ambil contoh kecil dan sederhana. Pernahkah anda sakit perut? Bagaimana bila anda tidak pernah mengalami sakit perut? Bisa anda bayangkan ketika ditengah keramaian tanpa ada reaksi dari perut yang menandakan dia sedang ingin membuang kotoran secara tiba-tiba kotoran itu keluar begitu saja. Tentu anda akan panik karena perut tidak memberi sinyal berupa sakit atau rasa mulas ke otak. Tentu anda akan segera pergi kerumah sakit atau ke dokter untuk mendiagnosa apa yang sedang terjadi pada anda. Anda mengharapkan sakit itu hadir kembali, karena tanpa anda sadari rasa sakit itu ternyata sebuah nikmat.


Sakit dapat membuat perubahan yang sangat berarti dalam kehidupan seseorang. Sebagai contoh saya menggambarkan diri saya ketika sakit paru-paru 2 tahun yang lalu. Ketika itu rokok masih menjadi sahabat bahkan menjadi kekasih setia saya setiap saat. Tiada tarikan nafas tanpa ada kepulan asap rokok yang turut serta didalamnya. Rokok bagai menjadi sebuah nafas bagi saya, seolah rokok itu teah menyatu dengan darah dan daging saya. Namun saat penyakit paru-paru mulai menggerogotin tubuh saya, kesadaran muncul membuat bagian otak saya yang tertidur selama ini bangun dan tersadar kembali. Kata-kata yang selama ini saya cemooh dan anggap angin lalu menjadi penampar buat diri saya sendiri. Bagaimana tidak ! Saya tidak pernah menganggap rokok itu sebagai sumber penyakit dan racun, malah saya menganggap rokok itu sebagai sumber inspirasi dan kenyamanan saya. Tapi fakta berkata lain, tubuh saya sendiri yang memberontak dan memberi ultimatum kepada saya untuk segera meninggalkan kebiasaan saya tersebut. Ya saya berubah dari seorang perokok yang aktif menjadi seorang yang membenci rokok. Kini terkena asapnya saja saya sudah tidak tahan dan merasa mual, sangat kontradiktif dari keadaan saya sebelumnya yang penuh asap. Perubahan itu berawal dari sakit, yang bagi saya sendiri sebagai sebuah kenikmatan.


Saya menulis postingan ini juga masih dalam keadaan sakit, ketika seminggu sebelumnya saya terkena demam tinggi dan radang tenggorokkan. Demam dan radang itu telah berlalu namun tergantikan oleh sakit yang baru. Tapi saya tetap menikmatin rasa sakit ini tanpa mengeluh panjang, sakit ini sedang membersihkan diri saya dari segala dosa yang pernah saya lakukan. Sakit ini juga telah mengubah pikiran saya, mudah-mudahan saya bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sakit, perubahan dan rasa syukur itu harus saya pertahankan. Sakit itu sebuah nikmat yang tak akan pernah tergantikan.


nb : Kenapa saya memasukkan mesjid baiturrahman sebagai gambar? Karena saya rindu akan kampung halaman saya di banda aceh.

Minggu, 02 Januari 2011

Puisi Vulgar

Tubuh Indah

lekuk tubuh mengurat dibalik tipisnya gaun malam
menimbulkan seribu pandangan dan khayalan
memberi sensasi kenikmatan tersendiri bagi setiap pria
tak hentinya hitam bola mata terus mengarah padanya
menaikkan libido menggerahkan diri
hilang kesadaran sepenuhnya dikuasai nafsu
siapakah yang patut disalahkan?

Mulus

tak ada luka
mulus bagai bodi mobil baru
terlihat berkilau disana-sini
dari tumit, betis hingga paha
bertahan tuk tak tergoda
namun kain itu semakin tersingkap
memberi kebebasan untuk terus menikmatinya
memunculkan visual dialam pikiran
pikiran-pikiran nakal menari riang
tak tahan dan terjadilah
terjadilah apa yang seharusnya hanya sekedar bayangan
menjadi dewasa sebelum masanya.....

Jumat, 31 Desember 2010

Miliaran Uang Lenyap Terbakar Malam Ini

Euforia yang merugikan, membakar uang dan mengganggu ketenangan. Tak ada terpikir bagaimana suara petasan dan kembang api telah mengganggu ketenangan tidur seorang bayi atau bahkan orang tua yang renta. Ya euforia kemeriahan dengan embel-embel tahun baru. Tanpa sadar dengan penuh nafsu menurutkan keinginan kesenangan sesaat yang terasa sangat nikmat. Menegak minuman keras, melakukan hubungan diluar nikah, dan berpesta seperti orang gila. Tak ada terpikir bagaimana perasaan orang lain, yang ada berbaur bersama merasakan kebahagiaan. Ya bersenang-senanglah dalam euforia itu, karena maut pun turut serta mengamati mu.

Salah Urat

Jam menunjukkan pukul 12:00 siang, saatnya saya bersiap untuk melaksanakan kewajiban saya sebagai lelaki muslim. Ambil handuk dan lantas berjalan menuju kamar mandi. Tak ada perasaan yang aneh, semua terasa biasa saja seperti jum'at sebelumnya. Membasuh badan pun dimulai dan saya tak mungkin menceritakannya secara mendetail sekali.

Sehabis membersihkan badan saya yang sudah lebih sehari tak tersentuh air, saya pun menuju kamar saya untuk berpakaian. Saya mengambil celana kain berwarna hitam dari dalam lemari dan meletakkannya diatas tempat tidur. Handuk yang tergantung dileher mulai menari kembali mengeringkan area-area yang menurut saya masih terasa basah. Saat terasa sudah mantap saya pun meraih celana kain saya. Namun tak disangka ketika saya baru saja menyentuh celana, tiba-tiba otot pundak kiri saya serasa ditarik oleh ribuan atau mungkin jutaan makhluk-makhluk kecil. Pundak terasa keram, seakan urat tertarik kearah yang salah. Apa perihal semua ini? Apa karena faktor tubuh saya yang tiba-tiba menurun suhunya akibat diguyur oleh air? Atau karena jarangnya saya berolahraga? Tapi hal ini sudah dua kali terjadi, walaupun pertama kali karena posisi tidur saya yang salah.

Kepiting rajungan (mengikuti umpatan ala spongebob) kenapa sakit sekali, hingga ketika mendengarkan khutbah pun saya tak ada semangat sama sekali. Ketika sholat pun saya agak sedikit kesulitan, apalagi saat memberi salam. Mungkin lagi dikasih peringatan kali ya, soalnya selama ini jarang memberi jatah tubuh untuk berolahraga. Tapi satu hal yang pasti, tubuh saya sudah mulai menua mengikuti usia saya yang juga hampir mendekati kepala tiga. Hingga malam ini sakit itu masih terasa dipundak saya, saya sulit untuk menoleh kekiri ataupun kekanan. Oh urat kenapa engkau mengambil posisi yang salah, seandainya aku bisa memasukkan tanganku kebalik kulit. Tentu akan ku luruskan uratku kembali...

Minggu, 26 Desember 2010

Akhirnya Siaran Berita Kembali Normal Untuk Sesaat

Membanggakan kemenangan itu boleh, tapi janganlah sampai mengagung-agungkannya dan dipuja-puja. Ketika mengalami kekalahan tentu akan menelan pil pahit yang sangat menyakitkan. Bukankah lebih baik bila kita bersikap biasa saja, karena banyak hal luar biasa lainnya yang membutuhkan perhatian kita. Sedikit bicara dan berbuat banyak dalam tindakan..

Puisi Pagi III

Diam

gelak tawa tak terhenti
merah muka mulut penuh busa
gelak tawa riuh terdengar sepanjang waktu
memandang lucu pada sesuatu
sinis menatap seakan bodoh
bodoh pada masa
bodoh pada perilaku
terjahit mulut itu nantinya
riuh gelak tawa pun menjadi diam

Singkat

singkat bercerita
tanpa titik
tanpa koma
cukup sampaikan asa
tanda seru pun menjadi tanda tanya

Jumat, 24 Desember 2010

Lagi-lagi Sms Penipuan Dari Si Tolol

saking semangatnya mau posting biar isiannya tetap hangat sampe lupa ngasih warna sama ngedit yg lain..plus sampe salah tekan hingga terpost sebelum selesai diketik semua :)))~~

Baru saja pukul 8:54 ponsel ku menerima sms dari no +6281944525816 dengan isi sms seperti ini
"Selamat,Anda Mendpt (1) Unit YAMAHA-Mio Dari kejutan KK_BIMA ENERG! Pin; 77cd8c7de Utk Info,Hub; Drs.H.WAHYU 081342243116 Pengirim :PT.SIDOMUNCUL"

Huahahahahahahahahaha



sejak kapan pt.sidomuncul muncul di sms? habis tu pake nomor pengirim yg gratisan lagi, dimana-mana perusahaan besar klo buat kuis pasti pake no 9877 ato 7788 ato 5677 dan sebangsanya alias berbayar dan dikontrol oleh komputer. ini mah sms abal-abal dari seorang pecundang yang mau mengeruk keuntungan dari kebodohan seseorang. tapi maaf ye saya bukan orang bodoh, justru pengirim sms ini yang bodoh bin bahlul bin dungu bin dongok . buat pengirim sms buruan tobat yee, jangan suka membohongi apalagi membodohi orang lain. untung saya baik sampai mau memplubikasikan nomor sampean di blog saya, terkenal kan tuh nomor. udah ah mau lanjut main game dulu..

Kamis, 23 Desember 2010

Dua Puisi

Bilakah?

bilakah aku akan mencintaimu?
bilakah aku akan berada disampingmu?
bilakah aku akan mendekapmu?
bilakah aku akan mengecup bibirmu?
bilakah ini semua hanya mimpi belaka...

Pahami

bergerak bukan menghindar dalam pertemuan
jangan persamakan aku dengan terang rembulan
lariku dari kenyataan
menyendiri mengenang waktu yang telah berlalu
tubuh ini tak mampu lagi menahan derita
ingin terpisah daging dengan tulang
terserap semua luka
ke dalam sebongkah hati yang mulai menua
tolong pahami..
aku tak ingin lagi menyakiti

Rabu, 22 Desember 2010

Malwarenya Sudah Binasa

Menanggapi postingan ku sebelumnya (klik disini untuk melihatnya), aku cuma mau memberitahukan klo malwarenya sudah binasa.
Sudah berulang kali aku membuka blognya inge namun tidak ada muncul pop-up peringatan malware lagi, bahkan aku membukanya dengan beberapa tab sekaligus.
Sudah aman deh buat menjelajah lagi di blognya inge, walaupun beberapa hari sebelumnya sempat terganggu waktu mau membaca sesuatu disana. Oiya buat teman-teman yang lain hati-hati bila ingin memasang banner CPM dan cobalah untuk mengscan isi jeroan laptop ataupun pc anda dengan AV dan Anti Spyware yang terupdate sebelum ingin mengupload sesuatu dari harddisk ke blog anda. Siapa tahu ada malware yang bersarang disana. Selamat berblogging ria kembali.