Label

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Agustus 2014

KOPI


Hitam pekat kental menggoda selera
Menggoyang lidah penikmat rasa
Dengan racikan berbagai nama
Espresso, cappucino, cafe latte dan apapun namanya
Yang tradisional juga tak kalah nikmatnya

Arabika dan robusta
Beda bentuk dan rasanya
Bijinya yang punya kuasa

Hmmmm....secangkir kopi penambah warna
Suasana hangat saat menyeruputnya sembari bercerita
Kopi menjadi media
Siapa saja dapat menikmatinya
Tanpa unsur SARA

Kamis, 28 Februari 2013

Bangkit Dari Mati Suri

Bingung mau mulai darimana, apa daritadi ya? (hehehehehe)
Setelah mati suri cukup lama ini blog, akhirnya bangkit kembali dari kuburnya (hii serem) :p
Kangen sama temen-temen di blog, kangen sama aktivitas blogwalking, kangen sama ide-ide yg mulai kabur dari kepala, kangen sama...... (bingung)
Ya udah daripada panjang lebar ujung-ujungnya jadi luas, mending udahan dulu postingan "Bangkit Dari Mati Suri"

Sebagai penghibur ni saya kasih puisi (bighug)

Hampa


gelap kau kata
padahal cahaya didepan mata
seperti ingin menatap hidungmu sendiri
yg lain pada tertawa

gundah kau rasa
senyum pun tidak ada
seakan dunia hampa
menjauhi mu terpuruk disudut kecewa

hampa........
isi hati mu
isi kepala mu
agar terang senantiasa

Minggu, 17 April 2011

Sejuta Pesona

Tersia-siakan waktu
Bukan akan kembali, tapi selalu berlalu
Terkatakan diri telah terperdaya
Harus berbuat ini harus berbuat itu
Bukanlah mengikuti apa yang telah ditinggalkan oleh Penghulu
Tetapi mengikuti alur pikir yang berlaku
Tidaklah dikatakan keberhasilan dan kesuksesan tanpa diiringi kata kekayaan
Tidaklah dikatakan keberhasilan dan kesuksesan tanpa diiringi kata kejayaan
Tidaklah dikatakan keberhasilan dan kesuksesan tanpa diiringi kata kedudukan
Sudah terbutakan mata, bahkan mata hati juga
Malu sudah tidak lagi pada tempatnya
Rendah hati bukan lagi pada gurunya
Tunduk bukan lagi pada Penciptanya
Alamat celaka akan didapat akhirnya
Sungguh sejuta pesona sudah membuai banyak insan dalam kelalaian
Kelalaian akan hakikat siapa dirinya yang sebenarnya

Minggu, 02 Januari 2011

Puisi Vulgar

Tubuh Indah

lekuk tubuh mengurat dibalik tipisnya gaun malam
menimbulkan seribu pandangan dan khayalan
memberi sensasi kenikmatan tersendiri bagi setiap pria
tak hentinya hitam bola mata terus mengarah padanya
menaikkan libido menggerahkan diri
hilang kesadaran sepenuhnya dikuasai nafsu
siapakah yang patut disalahkan?

Mulus

tak ada luka
mulus bagai bodi mobil baru
terlihat berkilau disana-sini
dari tumit, betis hingga paha
bertahan tuk tak tergoda
namun kain itu semakin tersingkap
memberi kebebasan untuk terus menikmatinya
memunculkan visual dialam pikiran
pikiran-pikiran nakal menari riang
tak tahan dan terjadilah
terjadilah apa yang seharusnya hanya sekedar bayangan
menjadi dewasa sebelum masanya.....

Minggu, 26 Desember 2010

Puisi Pagi III

Diam

gelak tawa tak terhenti
merah muka mulut penuh busa
gelak tawa riuh terdengar sepanjang waktu
memandang lucu pada sesuatu
sinis menatap seakan bodoh
bodoh pada masa
bodoh pada perilaku
terjahit mulut itu nantinya
riuh gelak tawa pun menjadi diam

Singkat

singkat bercerita
tanpa titik
tanpa koma
cukup sampaikan asa
tanda seru pun menjadi tanda tanya

Kamis, 23 Desember 2010

Dua Puisi

Bilakah?

bilakah aku akan mencintaimu?
bilakah aku akan berada disampingmu?
bilakah aku akan mendekapmu?
bilakah aku akan mengecup bibirmu?
bilakah ini semua hanya mimpi belaka...

Pahami

bergerak bukan menghindar dalam pertemuan
jangan persamakan aku dengan terang rembulan
lariku dari kenyataan
menyendiri mengenang waktu yang telah berlalu
tubuh ini tak mampu lagi menahan derita
ingin terpisah daging dengan tulang
terserap semua luka
ke dalam sebongkah hati yang mulai menua
tolong pahami..
aku tak ingin lagi menyakiti

Rabu, 22 Desember 2010

Puisi Pagi II

Semangat Punah

terkulai lemah disudut kesendirian
tak berani menunjukkan muka
mendenguskan nafas penuh kerahasiaan
ada apa hai gerangan?
kenapa hilang sudah keceriaan?
sudah tak ada lagi kah senyum indah?

Garis Metris

penuh angka
bermain penuh dalam logika
manja dan menggelitik setiap syaraf tanya
berhitung maju dalam kemunduran pikiran yang nyata
beku tak ada lagi isi
hanya sekadar angka dan imajinasi logika

Peri

bertongkat, bersayap, cantik
wujud dirimu dalam imajinasi
bertubuh mungil dengan keajaiban disana-sini
goyangkan tongkat sakti mu
kabulkan setiap permintaan
bahagiakan anak-anak
jangan tiru musuh mu
penyihir yang merusak setiap impian

Sabtu, 18 Desember 2010

Puisi Pagi

Pelajaran
selamat datang malam....
aku mau melatih lidah ku agar tak sembarang menyulam kata
membimbing pikiran ku agar tak terjerat dalam kumparan khayalan
bagikan aku sedikit ketenangan
bukakan aku pintu pengetahuan
gerakkan langkah pada keadaan
bila tiba masa ku pada kematangan
aku akan membaginya pada setiap orang
hingga mereka mampu merasakan manisnya kehangatan
............................................................................................................

Buku Panduan
kekiri...bukan ! kekanan...tidak ! terus kedepan
arah kenapa kau bisa hilang
membingungkan ku untuk melangkah
oh lupa diriku kenapa tidak menggunakan saja buku panduan
bukankah didalamnya sudah tertulis apa saja yang kubutuhkan
maaf, ternyata selama ini kau sudah kulupakan
hingga terletak lusuh diatas lemari yang telah berdebu
..............................................................................................................

Cinta
kau hanya satu kata dengan lima huruf
tapi dapat membuat hati yang terluka menjadi bahagia
kelamnya suasana menjadi ceria
kesendirian menjadi bermakna
tapi jangan kau lupakan juga
karena kau penyebab hati yang terluka, kelamnya suasana, dan kesendirian
................................................................................................................

Apa Yang Kau Ketahui
berkata kau mengerti
tapi tak mampu menjabarkan
bukankah hanya diri yang tahu
akan apa yang ada dan telah terjadi padanya
tak mungkin kau mengetahuinya
sedangkan jasad berbeda
kelak akan kukatakan padamu
apa yang telah menjadi rahasia
hingga tak ada lagi tanda tanya diwajah mu
................................................................................................................

Sabtu, 04 Desember 2010

Puisiku Yang Tertunda II



Pembukuan Diri

Pikiranku menyatu dengan alam
Kala malam..
Gelap kelam..
Penuh nuansa suram
Memeriksa diri hati diselam
Kesalahan hendaklah disulam
Amboi banyaknya seperti minyak nilam
Tak sanggup ku hitung hingga tertidur diatas tilam..
====================================================


Puisiku Yang Tertunda I


Instropeksi Diri


Aku banyaklah kesalahan
Bukan diri yang suci
Selalu bergelimang dalam lautan dosa

Keinginan untuk kembali selalu ada
Awal tak memikirkan
Pada akhir baru disesalkan

Takut bila ku membandingkan
Aku lebih rendah dari seekor binatang
Padahal aku seharusnya lebih mulia daripadanya

Tak lelah ku dalam setiap waktu
Mencampur kejahatan dan kebaikan
Seolah bagiku semua telah menyatu



Sabtu, 20 November 2010

Subuh Itu Waktu Yang Sehat Buat Mengasah Akal :D


Sadar Diri...

mau berkata bisu tak dapat mengeja
mau melihat buta tak dapat mengenal warna
mau mendengar tuli tak dapat memahami ucapan

terkadang kita seperti itu
seakan mengetahui tapi sebenarnya tidak
seolah telah lama tersimpan disuatu tempat di bagian tubuh yang tak terjamah
berulat dan membusuk
sehingga menimbulkan aroma bau dan kesan menjijikkan

alangkah baiknya bila aku memeriksanya
bisa saja aku lupa kalau aku salah
salah-salah dalam berkehidupan
===================================================


Obatnya Sama...

hendak menjabarkan tapi bukan menjelaskan
hanya sekadar membagi pengetahuan bukan mengajarkan

Kamis, 18 November 2010

Puisi Dalam Rekaan..



'Masa Lalu Itu Indah'
:::::::::::::::::::::::::::::::::


saat awal indahnya terasa
dunia seakan milik kita berdua
dengan mudah kita melontarkan berbagai kata mesra
perlahan perubahan datang
timbul satu dua kebencian
berujung pada perpisahan
dalam berbagai bayang kenangan
menyadari bahwa kesalahan telah terjadi
berusaha menyembunyikan namun perasaan itu tetap datang
keinginan untuk kembali terhalang oleh harga diri
seakan berusaha menjilat ludah sendiri
betapa banyak hal bodoh yang sudah terjadi
sesuatu yang baik ku tinggalkan begitu saja
seperti bunga yang banyak madunya
menarik setiap lebah yang akan datang padanya



Selasa, 16 November 2010

Ocehan Nakal Pikiranku


Bisikan

aduh kenapa setiap berbuat pasti berakibat
malu itu pasti terpancar di wajah ku
maaf-maaf bukan bermaksud menghujat
aku pun bukan yang terbiasa dengan keluhan
tutup kuping terdengar di kepala
tutup mata celana tak ada
biasakan saja hari-hari selalu penuh cerita
bisa saja dari dia, dia, dia atau dia aku mendapatkannya
........................................................................................................

Pancake Durian

aku mau pancake itu ada di mulut ku
rasa durian itu membaur di lidah ku
hmmm betapa nikmatnya setiap gigitan
bukannya aku tak mau membagi buat mu
tapi pancake durian itu benar-benar menggugah ku
berharap saja ada sisa dari ku buat mu
................................................................................................

Senin, 15 November 2010

Pemikiran Kala Sakit Mendera :D

Renungan..

Bila masa diri ini berada diatas sesama tentu congkak dan pongah yang akan jadi keseharian. Bila tiba masa diri ini dibawah sesama tentu raut malu penuhi seluruh muka. Harta bukan untuk menjadikan diri dipuja, harta bukan untuk menjadikan diri bangga. Tak selamanya harta itu ada digenggaman kita, tak selamanya harta itu memberi nikmat dan bahagia. Setiap yang bernyawa pasti ada rezekinya, tak lah lantas kita menghina dan merendahkannya hanya karena dia tak lebih daripada kita. Belajarlah pada masa lalu, dimana semua itu sudah tersirat dan tersurat dalam ilmu.


Kamis, 05 Agustus 2010

~Kata hatiku~



Maafkan ini bukan ingin ku

Kemanakah akan kau melangkah?
Bukankah setiap jalan telah kau lalui?
Dengan suara mu yang parau kau memanggil nama ku
Dengan wajah mu yang sendu kau mencoba simpati ku


Maafkan ini bukan ingin ku
Semua seakan sesuai ingin mu


Berapa waktu yang telah kita lalui?
Tak adakah itu menyadarkan mu?
Seolah kehadiran ku hanya sebagai sebuah batu
Diam terpaku tanpa ada perhatian dari mu


Maafkan ini bukan ingin ku
Semua seakan sesuai ingin mu


Akal ku menyadarkan ku
Betapa diri ku sebenarnya tak dibutuhkan oleh mu
Diri mu hanya menganggap diri ku sebuah bius penenang
Melepas mu dari masalah yang tak pernah akan ku ketahui




Pikirkan


Kelam itu tidak akan menutup bayang ku dihati mu
Resah itu akan terus hadir pada tiap mimpi mu
Membawa mu ke alam penuh penyesalan


Tak ada dari ku untuk meracuni hidup mu
Itu semua karena rasa cinta mu pada ku
Yang muncul pada akhir rasa dari semua yang telah berlalu


Salahkah aku bila kini mengacuhkan mu?
Karena aku belajar dari mu yang sebelumnya juga mengacuhkan diri ku
Seolah diri ku bagai benalu dalam hidup mu


Kesadaran itu akan datang saat euforia telah berlalu
Saat diri ku tak lagi memperhatikan mu
Saat diri mu tahu kalau yang selama ini kulakukan semuanya untuk kebaikan mu




Akhir Cerita


Cerita apa yang ingin kau ulang?
Bukankah semua telah berakhir?
Tiada guna air mata jika hanya sebagai penunjuk kebodohan saja
Luka lama tetap akan meninggalkan bekas yang tak akan hilang selamanya
Dimana rasa percaya tak akan pernah lagi ada
Membunuh rasa yang dulu pernah hadir di hati
Belajarlah dari bodohnya sikap mu
Agar diri mu tahu apa yang sebenarnya telah kau lakukan
Hingga kata maaf tak perlu diucapkan

Senin, 21 Juni 2010

Puisi Dari Sebuah Cerita

Fase
Jalan ku masih panjang seiring waktu yang akan terus berjalan
Meninggalkan seribu jejak dibelakang yang perlahan-lahan mulai menghilang
Harapan dan keinginan terus silih berganti datang dan menghampiri
Kemanakah akan kutambatkan sauh diri ini ?
Kelu, kesah, gelisah berlalu dan menghadirkan senyum indah serta tawa canda
Bukankah hidup ini indah ? seindah hati yang terus mengharap pada sang mimpi
Menjelma diri menjadi sosok sejati yang tidak akan pernah bersedih lagi


Jumat, 18 Juni 2010

Kumpulan Puisi Lama Diriku Bag I





Inikah Rasanya?


yang kamu ingin bukan tubuhnya

hatinya yg jadi impian

biarkan siulan jadi ucapan

merajut benang yg kan menjadi saksi

jangan tertipu dengan bayangan

sirna kala diterpa cahaya

pandang dengan perasaan

bibir dan jemari tangan kan bergetar

peluh membasuh tubuh

terpejamkan mata-mata tipu daya

saat hati berkata..."aku telah jatuh cinta"


_____________________________________________________________________________________



Realita Dalam Logika

kekasihku bagai raja untukku
ibuku bagai pembantu bagiku

kata-kata kekasihku adalah nyanyian indah untukku
seruan dan ucapan ibu hanya jadi pengusik untukku

bagimu kekasih aku rela menyerahkan jiwa ragaku
bagimu ibu cukuplah engkau merawat dan memeliharaku

berpisah denganmu kekasih seakan dunia ini hampa
berpisah denganmu ibu dunia ini semakin leluasa

Kelu

Tatapku terpaku satu padamu

Tak menunduk tak mengharap malu

Seribu cela dan rindu membangkitkan asaku

Meratapku pinta inginku

Meneguk segelas air tuk basuh mulutku

Berilah-berilah aku

Berilah segera cawan itu

Dirimu..

senyumku hanya untukmu
itulah gumamku saat pagi menyapaku
hari-hariku selalu diisi dengan semu
dengan selalu mengenangmu

sekelilingku ?
tidak terlihat sesuatu yg sepertimu
seakan dirimu telah terkunci mati dihatiku
menunjukkan kalau dirimu memang layak menjadi milikku

nyanyian sendu terus saja mengiringku
mengingat kenangan manis bersamamu
tidak ada satupun yg buruk darimu
semua seakan menjadi indah kini disisiku

kuingin sekejap dan sesaat dalam tarikan nafasku tuk melupakanmu
tapi dayaku tak sanggup untuk menepis egoku
dalam tangisku selalu memohon agar kau selalu menjadi milikku
menjadi milikku seutuhnya hingga akhir tarikan nafasku